Home / Advertorial / Sulsel

Kamis, 19 Maret 2020 - 14:53 WIB

Rakor dengan Bupati Wajo, MUI Harapkan Jamaah Membawa Perlengkapan Shalat Sendiri

MEDIASINERGI.CO WAJO —Makin meluasnya penyebaran virus corona yang ditandai dengan kenaikan jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) maupun pasien positif corona membuat semua pihak ikut aktif dalam upaya penanggulangan dan pencegahan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai elemen yang punya otoritas dalam mengeluarkan fatwa menyangkut hajat masyarakat secara resmi telah mengeluarkan fatwa terkait aturan-aturan ibadah salat berjamaah di tengah kondisi darurat corona seperti sekarang ini. Aturan-aturan tersebut tertuang dalam Fatwa MUI No 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam situasi Terjadi Wabah Covid-19.

Dalam fatwa tersebut, orang yang terpapar virus corona diperbolehkan untuk tidak menunaikan salat jumat dan menggantinya dengan salat zuhur di rumah. Selain itu, orang yang terpapar virus corona diharamkan untuk melaksanakan shalat lima waktu atau rawatib berjamaah, shalat tarawih, dan ied di masjid atau tempat umum lainnya. Mereka juga diharamkan untuk menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar yang tentu saja melibatkan orang banyak.

Menyikapi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wajo merasa perlu meluruskan beberapa hal terkait fatwa tersebut.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wajo, H.M.Yunus Pasanreseng usai Rapat Koordinasi Pengurus MUI dengan Bupati Wajo Kamis 19 Maret 2020 mengatakan hal tersebut perlu dilakukan untuk menjawab keraguan masyarakat.

Menurutnya, hingga saat ini Kabupaten Wajo masih berstatus aman dan belum ditemukan kasus Covid 19 baik Orang Dalam Pengawasan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawan (PDP).

Meski demikian menurut Rektor IAI As’adiyah Sengkang ini masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dengan cara senantiasa mencuci tangan dan berwudhu serta menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan munculnya penyebaran Virus Corona.

“Pelaksanaan ibadah baik Shalat berjamaah maupun Shalat Jum’at tetap dilaksanakan seperti biasa, namun diharapkan kepada jamaah agar membawa perlengkapan shalat sendiri, ” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Wajo, H.Amran Mahmud meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wajo agar memberikan fatwa yang lebih mengarahkan masyarakat sehingga tidak terjadi kesimpang siuran informasi terkait fatwa yang dikeluarkan MUI Pusat.

Orang nomor Satu di Bumi  Lamaddikkelleng ini mengharapkan masyarakat Kabupaten Wajo agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Virus Corona dapat dicegah.

“Laksanakan aktifitas ibadah seperti biasa dengan tetap waspada dan saling mengingatkan untuk tetap menjaga kebersihan,” pungkasnya.(Adv)

Laporan : Eddy Mulyawan

Editor      : Muh. Hamzah

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

FORKOT Makassar 2026 Libatkan 15 Kecamatan, Target Olahraga Rekreasi Jadi Budaya Warga

Sulsel

DPRD Pinrang Menyepakati Penyempurnaan Ranperda Perubahan APBD 2026

Sulsel

Buka Konkerprov II PGRI Sulsel, Pemprov Tekankan Pentingnya Peran Pendidik dan Kepastian PPPK

Sulsel

Wujudkan Pelayanan Prima, Bupati Takalar Canangkan Pelayanan 5S

Sulsel

Resmikan RTLH di Pattalassang, Bupati Daeng Manye Targetkan BAZNAS Takalar Terbaik di Sulsel

Sulsel

Pemkab Wajo Sabet Juara III Jamsostek Award 2026 Provinsi Sulsel

Sulsel

Bupati Takalar Perintahkan Pencairan 3 Bulan Gaji Aparat Desa dan BPD Segera Diproses

Sulsel

Terima Audiens Danyon 432/Kostrad, Bupati Daeng Manye Bahas Latihan di Takalar

Tinggalkan Komentar