Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Sulbar, Amir Maricar melaporkan, Pemprov Sulbar sudah membuat surat edaran Gubernur terkait Pemerintah jaminan ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat Sulawesi Barat, seperti beras, gula pasir dan lainnya, tetapi menurut Amir, saat ini gula pasir mengalami kelonjakan dikarenakan stok bahan baku gula pasir kurang, sehingga menyebabkan pembatasan dan distributor gula pasir.
“Jadi salah satu himbauan Gubernur berdasarkan surat edaran yang telah keluar, dihimbau kepada masyarakat agar tidak Panik Baye atau tidak usah kita panik berbelanja berlebihan, karena Pemda Sulbar juga menjamin kebutuhan pokok, dan Kita juga sudah hubungi Distributor yang ada dimakssar memang terjadi kelangkaan gula pasir, tetapi tidak usah khawatir karena minggu depan Kementerian Perdagangan RI sudah mengimpor 150 ribu ton gula yang insya allah akan meredam gejolak kenaikan harga gula di pasaran,” tandasnya.
Direktur RSU Regional Sulbar, dr. Indahwaty Nursyamsi menyampaikan, kunjungan Gubernur Sulbar beserta OPD Pemprov Sulbar ke RSU Regional gedung lama tersebut dalam rangka melakukan pengecekan kelayakan gedung sebagai pusat Posko pendeteksian sekaligus karantina bagi para pasien yang baru tiba dari luar daerah Sulbar.
“Tempat makan ini akan dijadikan pusat karantina, Jadi kalau dia pasien yang dalam pemantauan ia masih harus dirumahkan, kemudian kalau dia pasien Dalam Pengawasan (PDP), dia harus dikarangtina disini,” Ujar dr. Indahwaty.
Laporan : Sury
Editor : Muh. Hamzah
















