Usai menyelesaikan kerjasama yang tertuang dalam UNPDF 2016 – 2020. Kini, Pemerintah Indonesia dan PBB membentuk kerja sama baru yakni United Nations Sustainable Development Cooperation Framework ( UNSDCF) 2021 – 2025. Dokumen kerja sama tersebut telah difinalisasi dan ditangani oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas dan perwakilan PBB. Ada empat fokus prioritas strategis yang diangkat dalam UNSDCF yakni pembangunan manusia yang inklusif, transformasi ekonomi, pembangunan hijau, perubahan iklim, dan ketahanan bencana, dan inovasi untuk mempercepat SDGs.
Masalah lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut mengenai Covid-19. Sejauh ini PBB sudah membentuk The UN Multi Sectoral Response Plan (MSRP) on Covid-19. MRSP ini merupakan rencana collective action dari PBB di Indonesia dengan berbagai mitra pembangunan lainnya, yang mencakup 7 pilar, yaitu: (i) health, (ii) risk communications and community engagement (RCCE); (iii) Logistics; (iv) food security; (v) mitigate the socioeconomic impact of the crisis; (vi) critical multi-sectoral services; and (vii) protection of vulnerable groups. Pelaksanaan response plan ini akan berlangsung Mei-Oktober 2020.
“Kita memang perlu banyak berdiskusi mengenai permasalahan pandemi ini, Tentunya dengan adanya program tersebut dan dibawah koordinasi langsung oleh Bappenas diharapkan bisa berperan dalam membantu pemerintah menanggulangi Covid-19 di Indonesia, dan mengurangi dampaknya bagi masyarakat,” ujar Menteri.(Tim Komunikasi Publik Kementerian PPN/Bappenas)
Editor: H. Rukman Nawawi
















