Home / Nasional

Selasa, 11 Agustus 2020 - 08:03 WIB

Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 China Capai 1.020 Orang

Ilustrasi vaksin Covid-19 Sinovac China untuk Indonesia. (AFP/NICOLAS ASFOURI)

Ilustrasi vaksin Covid-19 Sinovac China untuk Indonesia. (AFP/NICOLAS ASFOURI)

MEDIASINERGI.CO JAKARTA —  Manajer Lapangan Uji Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) Eddy Fadlyana mengatakan bahwa sebanyak 1.020 orang sudah terdaftar sebagai relawan uji klinis vaksin virus corona Covid-19 produksi perusahaan China, Sinovac. Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi data per Senin (10/8). “Sudah 1.020 (relawan),” ucap Eddy dalam pesan tertulis yang dilansir , CNN Indonesia Selasa, 11 Agustus 2020.

Di antara ribuan relawan tersebut, salah satu nama yang dipastikan ikut ialah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Eddy memastikan belum ada nama kepala daerah lainnya yang ikut mendaftar diri menjadi relawan uji klinis vaksin China.

Uji klinis tahap III vaksin Covid-19 untuk menangkal virus corona SARS-CoV-2 akan mulai dilakukan 11 Agustus 2020, meski pendaftaran relawan masih dibuka hingga 31 Agustus mendatang.

Baca  PKPU Larangan Koruptor Maju Pilkada Masih Digodok

Untuk pelaksanaan uji klinis vaksin di Bandung dibutuhkan sekitar 1.620 relawan dengan rentang usia antara 18 hingga 59 tahun.

Adapun proses pendaftaran relawan untuk mengikuti uji klinis vaksin asal China itu telah dibuka sejak 27 Juli hingga 31 Agustus 2020 mendatang. Masa pendaftaran bisa lebih singkat jika kuota terpenuhi.

Diketahui, uji klinis vaksin tahap III ini akan dilaksanakan di enam lokasi yakni Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad, serta empat puskesmas di Kota Bandung.

Di hari pertama pelaksanaan uji klinis, dilakukan maksimal 20-25 orang per hari di setiap lokasi pengujian. Hal ini dilakukan untuk memenuhi aspek kewaspadaan terhadap pandemi Covid-19.

Baca  Pemkab Wajo Dukung dan Setujui 3 Ranperda Inisiatif DPRD untuk Dibahas

Kedatangan pertama dilakukan tiga hari sebelum penyuntikan. Pada fase pertama, subyek akan diperiksa untuk menentukan apakah yang bersangkutan masuk sebagai sampel uji klinis atau tidak.

“Di samping kita melakukan pemeriksaan darah, kita lakukan pemeriksaan swab,” kata Ketua Tim Riset Uji Klinis Unpad Kusnandi Rusmil.

Usai dinyatakan layak, subyek mulai dilakukan penyuntikan. Selanjutnya, 14 hari pasca-penyuntikan pertama, subyek akan kembali dilakukan penyuntikan kedua. Setelah itu, subyek akan dipantau kondisinya selama 6 bulan ke depan.(int**)

Share :

Baca Juga

Nasional

Menkeu Tanggapi Usul KPK Agar Honor Perjalanan Dihapus

Nasional

Tjahjo Tolak Wacana ASN Libur Tiga Hari

Nasional

Wagub Jatim Ajak PWI Cerdaskan Kaum Milenial

Nasional

Masyarakat Jangan Terintervensi Oleh Kelompok yang Tidak Setuju Kedatangan TNI-Polri

Nasional

Indonesia Peringkat Empat, Ini Daftar Akhir Perolehan Medali SEA Games 2019

Nasional

Daftar Lengkap Menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi

Nasional

Dilantik Jokowi, Boy Rafli Resmi Jabat Kepala BNPT

Nasional

Seleksi CPNS 2019, Pemerintah Membuka Lowongan 197.111 Posisi