Dikatakan bahwa, dihari pertama ini, ditargetkan untuk pembuatan paspor sebanyak 50 orang. Tapi tidak menutup kemungkinan masih ada penambahan.

Sementara Wakil Bupati Wajo H. Amran SE dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya kepercayaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Kepala Kantor Imigrasi Pare-Pare beserta seluruh jajarannya yang menjadikan Kabupaten Wajo sebagai salah satu pelayanan passport dengan program “Eazy Passport” tentunya akan memberikan kemudahan kepada masyarakat Wajo dalam pelayanan paspor.
“Alhamdulillah, Saat ini, masyarakat Wajo tidak perlu lagi ke Kota Pare-Pare, apabila hendak mengurus pelayanan passport. Karena sekarang Kantor Imigrasi Pare-pare telah hadir disini, melalui kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo dan Kantor Imigrasi Pare-Pare. Pelayanan passport akan lebih dekat dengan metode jemput bola.
Amran SE mengharapkan, pelayanan passport ini akan memangkas jarak dan waktu sesuai harapan masyarakat.
“Kami dari Pemkab Wajo menyampaikan terimakasih kepada Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Provinsi Sulawesi Selatan dan lebih khusus lagi kepada Kepala Kantor Imigrasi Parepare dan seluruh jajarannya atas kerjasamanya dalam memberikan pelayanan passport kolektif ini,” ucapnya.(Red-Adv)
Editor: Muh. Hamzah
















