Setelah menempuh perjalanan lima jam rombongan tiba di Kabupaten Polewali Mandar. Diterima oleh Wakil Bupati Polewali Mandar, Bupati Wajo dan tim memberikan bantuan kepada pengungsi yang dipusatkan di Stadion Polewali. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Majene, di Kabupaten ini Tim Bupati Wajo menemui Bupati Majene dan menyerahkan satu truk bantuan di halaman rumah jabatan bupati. Setelah menunaikan shalat magrib berjamaah, rombongan meneruskan perjalanan ke Kabupaten Mamuju, daerah yang paling terdampak musibah gempa.
Setelah melewati jalan berliku dan beberapa titik longsor, yang dihiasi oleh tenda-tenda terpal penduduk yang masih belum berani tidur dalam rumahnya, rombongan tiba di Posko Tanggap Bencana Wajo di Kota Mamuju Sulawesi barat pada pukul 23.00 setelah melalui perjalanan darat selama 15 jam. Rombongan kemudian beristirahat di tenda-tenda yang disiapkan dan rumah penduduk yang terbuat dari kayu yang dianggap aman.
Kesokan harinya rombongan Bupati Wajo bersama tim EEES menyerahkan beberapa mobil truk bantuan yang diterima oleh Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar. Rombongan kemudian menyambangi Posko Korem 142 Taro Ada Taro Gau (Tatag) yang sudah bermarkas di Mamuju sejak 2016 silam, tim menyerahkan satu mobil truk bantuan diterima oleh Danrem Brigjen Firman Dahlan yang juga merupakan putra Kab. Wajo.
Setelah bernostalgia sejenak dengan Danrem Brigjen Firman Dahlan, Tim Bupati Wajo menyambangi beberapa posko masyarakat wajo yang berada di Mamuju dan beberapa tempat pengungsian sebelum kembali ke Kabupaten Wajo. (Rls-Humas EEES).
Editor Muh. Hamzah

















