MEDIASINERGI.CO
MAKASSAR – Ada wajah-wajah baru hari ini. Ada langkah yang masih mencari arah, tetapi menyimpan harapan besar untuk masa depan. Mereka adalah mahasiswa baru, yang untuk pertama kalinya menapakkan kaki di lingkungan akademik UIN Alauddin Makassar.
Kamis, 3 September 2026, suasana Masjid Agung Kampus UIN Alauddin Makassar, Jalan H. Yasin Limpo, Samata, Gowa, terasa berbeda.
Para mahasiswa baru mengikuti rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung tertib, sekaligus dirangkaikan dengan kuliah umum dan orasi ilmiah.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Transformasi Strategi Dakwah: Merawat Tradisi dan Kedaulatan Akademis di Era Digital.”
Tema ini terasa begitu dekat dengan kehidupan mahasiswa hari ini. Sebab, dakwah tidak lagi hanya berlangsung dari mimbar ke mimbar, tetapi juga hadir di layar gawai, media sosial, ruang digital, dan berbagai platform komunikasi yang setiap hari menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.
Dalam kesempatan itu, orasi ilmiah disampaikan oleh Prof. Dr. H. Ustads Ali Mukhtar Ngabalin, M.Si., alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang kini aktif sebagai pengurus DPP Golkar di Jakarta.
Kehadirannya menjadi bagian dari pesan bahwa kampus bukan sekadar tempat mengejar gelar, tetapi ruang untuk membentuk cara berpikir, memperluas wawasan, sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu membaca perubahan zaman.
Bagi mahasiswa baru, PBAK bukan sekadar kegiatan seremonial untuk mengenal gedung, dosen, organisasi, dan lingkungan kampus. Lebih jauh dari itu, PBAK adalah pintu masuk menuju dunia akademik.
Di sinilah mahasiswa mulai belajar bahwa kebebasan berpikir harus berjalan bersama tanggung jawab, kebebasan berbicara harus disertai etika, dan kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi.

















