MEDIASINERGI.CO
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkokoh penataan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah strategis ini ditempuh guna mencetak SDM aparatur yang unggul sekaligus menyiapkan figur calon pemimpin birokrasi daerah di masa depan.
Komitmen tersebut dipaparkan langsung oleh Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, saat memimpin ekspos Manajemen Talenta ASN Pemprov Kaltara di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Gubernur Zainal menegaskan bahwa keberadaan manajemen talenta merupakan pilar utama dalam membangun pembinaan karier ASN yang sistematis. Melalui kalkulasi dan pemetaan yang terstruktur, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi, tingkat kompetensi, capaian kinerja, hingga arah pengembangan yang dibutuhkan setiap pegawai.
Ia mengingatkan agar seluruh data valid hasil pemetaan tersebut benar-benar dijadikan instrumen utama dalam pembinaan karier pegawai, bukan sekadar pelengkap berkas administrasi semata.
“Data instrumen ini wajib dioptimalkan untuk pembinaan ASN. Dengan begitu, proyeksi karier pegawai dan pemenuhan kebutuhan organisasi dapat berjalan lebih presisi,” tegas Zainal.
Dari sisi pelaksanaan teknis, Pemprov Kaltara tercatat telah merampungkan asesmen terhadap 2.356 ASN memanfaatkan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) dan Pro ASN. Seluruh data tersebut kemudian dianalisis mengacu pada instrumen 9-Box Matrix untuk memetakan kapasitas serta posisi masing-masing aparatur.
Proses pemetaan mendalam ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Kaltara dalam merancang tata kelola manajemen talenta yang berbasis data objektif. Sebagai gambaran, saat ini Pemprov Kaltara menaungi sebanyak 6.029 ASN, yang mencakup 4.109 PNS dan 1.920 PPPK, yang tersebar di 34 perangkat daerah.
Zainal menambahkan, implementasi manajemen talenta ini diyakini mampu memetakan kebutuhan peningkatan kompetensi pegawai secara rinci, termasuk dalam menggembleng kader potensial yang siap mengisi posisi-posisi strategis di lingkup pemerintahan.
Di samping itu, data hasil asesmen menjadi pijakan utama penyusunan rencana pengembangan individu (Individual Development Plan/IDP) serta skema skenario suksesi jabatan.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, SE, MM, menerangkan bahwa penerapan manajemen talenta di Kaltara kini telah melangkah ke taraf eksekusi pengembangan dan penyiapan suksesor.

















