“Kami perintahkan kepada Dinas PMD untuk mencari dan menyiapkan generasi insani di setiap desa yang mau menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi IAI As’adiyah. Tentu ini kami lakukakn untuk menjawab tantangan ke depan memasuki era globalisasi dan era industri 4.0. Tahun lalu ada Lima Puluh Delapan anak yang mengikuti program ini,” ungkap Amran Mahmud.
Pada kesempatan itu juga, orang nomor Satu di Bumi Lamaddukkelleng ini menyampaikan bahwa sampai saat ini sudah banyak pondok tahfidz Al-Qur’an sudah tercatat. Dan 1.500 anak yang sedang menghafal Al-Qur’an.
“Selama kurung waktu dua tahun kepemimpinan kami, sudah cukup banyak pondok Tahfidz yang kami resmikan. Berdasarkan Data yang tercatat di Bagian Kesra, sudah ada 1.500 anak yang sementara menghafal Al-Qur’an. Kami berharap di kepemimpinan kami bisa mencetak ribuan penghafal Al-Qur’an,” harapnya.
Sementara untuk program gerakan mesjid cantik (gemantik), Amtan mengatakan kalau sudah membuat Perbup menjelaskan standarisasi mesjid cantik.
“Kami juga sudah membuat Perbup yang mengatur standar kelayakan mesjid, karena mesjid cantik itu tidaklah harus mewah, tetapi lebih kepada memiliki memiliki standar kelayakan dari segala aspek. tentu juga mesjid tersebut diharapkan bisa dimakmurkan oleh jamaah,” tutupnya.(Adv)
Editor: Muh. Hamzah
















