Home / Sulsel

Sabtu, 18 April 2026 - 12:47 WIB

Puluhan PKL di Jalan Tinumbu Akhirnya Bongkar Secara Mandiri Lapak Dagangannya

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Bontoala, Makassar, yang sebelumnya mencolok dengan warna kuning, kini justru memilih langkah inisiatif membongkar sendiri lapak mereka.

Pemandangan itu terlihat di sepanjang Jalan Ujung Tinumbu, tepatnya di belakang kawasan Pertamina, Jalan Lamuru, hingga sekitar SMK 4 Makassar, Sejak Jumat malam hingga Sabtu, dini hari.

Satu per satu lapak yang selama ini berdiri di atas trotoar dan saluran drainase mengemas barang-barang secara mandiri oleh para pedagang. Tidak ada penolakan, apalagi gesekan, yang terlihat justru kesadaran kolektif untuk berbenah.

Menariknya, para pedagang juga menunjukkan sikap dewasa dengan tidak terpengaruh isu atau hasutan dari pihak-pihak tertentu yang berupaya memprovokasi dari luar.

Baca Juga:  Polres Wajo Pastikan Layanan SKCK Tetap Buka di Akhir Pekan

Mereka para pemilik lapak, justru mengambil keputusan sendiri untuk membongkar lapak, sebagai bentuk dukungan terhadap penataan kawasan yang lebih tertib yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar.

Camat Bontoala, Pataullah, mengungkapkan langkah bongkar mandiri oleh pedagang PKL tersebut merupakan hasil dari pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan pemerintah setempat kepada para pedagang.

“Mereka sudah mulai bongkar sendiri. Insya Allah ditargetkan selesai sampai hari Selasa,” ujarnya, Sabtu 18 April 2026.

Selama kurang lebih tiga dekade, aktivitas berjualan di titik tersebut memang tumbuh dan dibiarkan berlangsung di atas fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

Baca Juga:  Resmi Tutup Rakorsus Bapenda, Wali Kota Makassar Semangati OPD dan BUMD Menuju PAD 2 Triliun

Namun, ada upaya penataan kota, yang terus digencarkan sekarang, pemerintah setempat mengambil pendekatan persuasif dengan memberikan edukasi langsung kepada para pedagang.

Hasilnya, para PKL memilih bersikap legawa. Mereka memahami penggunaan trotoar dan drainase tidak sesuai peruntukan, serta berpotensi mengganggu ketertiban, kenyamanan pejalan kaki, hingga aliran air.

Pada kesempatan ini, Patahullah menjelaskan, dari total sekitar 60 lapak yang ada di kawasan tersebut, hanya sekitar 40 lapak yang aktif digunakan.

“Bahkan, sebagian di antaranya telah berdiri hingga 30 tahun, meski ada juga yang baru beroperasi dalam beberapa tahun terakhir berdasarkan informasi warga setempat,” tuturnya.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pertamina Tambah 65 Persen Pasokan LPG 3 Kg di Sulsel dan Sulbar

Sulsel

Pilah Sampah dari Rumah, Munafri: Pemerintah dan Komunitas Harus Berkolaborasi

Sulsel

HUT ke-81 RI, Kapolres, Bupati dan Forkopimda Wajo Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Sulsel

Olah Raga Kunci Lansia Tetap Sehat dan Mandiri

Sulsel

Puluhan Jurnalis Wajo Turut Semarakkan Lomba Lampion

PINRANG

Pemkab Pinrang Gelar Malam Ramah Tamah Bersama Tokoh Masyarakat, Veteran Dan Anggota Paskibraka

Sulsel

Andi Suharmika Hadiri Pengukuhan 70 Paskibraka Kota Makassar untuk Upacara HUT RI ke-81 di Karebosi

Haji

PT. Darussalam Wisata Gelar Bimbingan Manasik Haji Khusus