Dia menjelaskan, selama ini permintaan muballigh yang disiapkan Ponpes As’Adiyah bukan hanya di Wajo, tapi juga dari daerah lain bahkan dari luar Sulawesi Selatan.
“Biasanya ada di Papua, Kalimantan, Nunukan, bahkan sampai di Malaysia. Namun tahun ini belum ada catatan di panitia yang keluar daerah dengan pertimbangan pandemi Covid-19,” imbuhnya.
Olehnya itu, Abdul Hafid berharap, Pemerintah Kabupaten Wajo memberikan kejelasan dengan mengeluarkan surat edaran tentang aktivitas ibadah di bulan Ramadhan tahun ini. Ia pun mengaku, pihaknya akan tetap berusaha mempersiapkan tenaga muballigh dan imam tarawih jika sewaktu-waktu ada permintaan.(Faisal)
Editor: H. Rukman
















