Home / Nasional

Sabtu, 8 Mei 2021 - 21:36 WIB

Hari Ini, Indonesia Kembali Menerima 1,38 Juta dosis vaksin dari COVAX Facility

MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Dalam selang waktu 1 minggu sejak ketibaan vaksin Sinopharm, Indonesia kembali menerima 1.389.600 juta dosis vaksin dari COVAX Facility hari ini Sabtu (8/5) pagi yang merupakan kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-12. Dengan ketibaan ini, maka telah terdapat 6.410.500 juta dosis vaksin dari COVAX Facility di Indonesia.

Vaksin produksi AstraZeneca ini dibawa menggunakan pesawat angkut Qatar Airlines yang dikemas dalam 13.896 karton kecil dan kemudian dikemas ke dalam 10 (sepuluh) wooden pallet ukuran masing masing 157 cm x 120cm x 157cm. Estimasi berat keseluruhan kargo: 5.286,7 Kg & volume: 29,579 CBM.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyampaikan bahwa hingga saat ini, pemerintah Indonesia telah mengamankan vaksin sejumlah 75.910.500 juta dosis vaksin yang telah diamankan oleh Indonesia. Adapun rincian dosis vaksin yaitu Sinovac (68.500.000 dosis), AstraZeneca COVAX (6.410.500 dosis) dan Sinopharm (1 juta dosis).

Baca  Pesan Jokowi Sejukkan Medsos di Masa Pandemi

Lebih lanjut Menlu Retno menyampaikan bahwa Indonesia sangat mengapresiasi dukungan GAVI, WHO, CEPI, dan melalui kemitraan dengan UNICEF, COVAX Facility yang terus berupaya untuk memenuhi komitmen dan kebutuhan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

Sejak awal pandemi, Indonesia terus menyuarakan akses vaksin yang setara bagi semua. Saat ini, terdapat pembahasan Vaccine Patent Waiver untuk mendorong kapasitas produksi dunia terhadap vaksin. Hal tersebut merupakan salah satu upaya kolaborasi dunia untuk meratakan jalan bagi akses vaksin untuk semua.

“Pada 17 Mei nanti, bersama Menteri Kesehatan Ethiopia, Menteri Pembangunan Internasional Kanada, saya akan memimpin Pertemuan COVAX AMC Engagement Group, untuk membahas situasi terkini upaya pemenuhan vaksin setara bagi semua negara,” kata Retno yang juga menjabat sebagai Co-Chair COVAX Advance Market Commitment (AMC) Engagement Group.

Baca  Prokes dan Vaksinasi, Elemen Penting Selama Masih Ada Pandemi Covid 19

Berdasarkan laporan WHO, kasus global COVID-19 tetap tinggi selama 2 minggu terakhir melebihi jumlah kasus selama 6 bulan masa pandemi yaitu lebih dari 5,7 juta kasus baru per minggunya. Saat ini, jumlah kasus positif dunia sudah melebihi 157 juta kasus dengan angka kematian lebih dari 3,2 juta orang.

Kawasan Asia Tenggara, yang berdasarkan terminologi WHO mencakup India, Indonesia, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Maldives, Timor Leste, Myanmar dan Bhutan, mengalami kenaikan kasus tertinggi, yaitu sebesar 19%, terutama di India. Dengan kenaikan ini, tercatat sebanyak 47% kasus baru dunia berada di Asia Tenggara selama kurun waktu satu minggu sampai 2 Mei 2021.

Menlu Retno tekankan bahwa situasi tersebut penting sebagai pengingat kita semua, bahwa penyebaran virus COVID-19 masih terjadi dimana-mana, dan oleh karena itu, selalu harus tetap waspada.

Baca  Seleksi CPNS Dibuka 25 Oktober

“Setiap dari kita dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencegah peningkatan penyebaran virus COVID-19, yaitu dengan terus mematuhi protokol kesehatan, bukan saja untuk melindungi kita sendiri, namun juga melindungi orang-orang sekitar
yang kita cintai,” pungkasnya.(Tim Komunikasi KPCPEN)

Editor: Muh. Hamzah

Share :

Baca Juga

Nasional

Jokowi Yakin Pendisiplinan Masyarakat oleh TNI-Polri Bikin Kurva Corona Turun

Nasional

Imbas Covid 19, Pemerintah Harus Bantu Pers

Nasional

Kapolri Minta PT Preeport Aktif Berpatisipasi Membangun Papua

Nasional

Keppres Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2019 Sudah Terbit

Nasional

Jubir MA A. Samsan Nganro: Putusan MA Soal Iuran BPJS Kesehatan Tidak Berlaku Surut

Nasional

Jumlah Pengungsi Banjir Bandang Sentani Capai 11.156 Orang

Nasional

Presiden Jokowi: Masih Akan Ada Muka Lama di Kabinet Baru

Nasional

Gerindra Sepakat Musyawarah, Bambang Soesatyo Jabat Ketua MPR RI