MEDIASINERGI.CO WAJO — Tangan dingin duet Bupati dan Wakil Bupati, Amran Mahmud-Amran SE, dalam membangun Kabupaten Wajo terus membuahkan hasil. Geliat pembangunan mulai tampak dan terasa, termasuk dari segi infrastruktur.
Meski dampak pandemi Covid-19 “memaksa” semua daerah di Indonesia, termasuk Pemkab Wajo harus melakukan recofusing anggaran untuk penanganan virus mematikan itu, namun Wajo tetap memperhatikan berbagai sektor. Seperti pembangunan infrastruktur.
Selain pembangunan dan perbaikan jalan yang terus digenjot selama dua tahun terakhir, berbagai pembangunan infrastruktur yang sempat terhenti, juga dilanjutkan atau dikawal di era kepemimpinan “duo” Amran. Bahkan segera difungsikan dalam waktu dekat.
Seperti Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng di Kecamatan Gilireng yang kini pembangunannya sudah memasuki tahap akhir.
Proyek strategis nasional itu bakal mengairi ribuan hektare lahan persawahan di Kecamatan Gilireng, Sajoanging, Penrang, dan sebagian Majauleng. Sesuai rencana segera diresmikan bersamaan dengan Bendung Gilireng.
Sekadar informasi, Bendungan Paselloreng merupakan daerah genangan yang terletak di Desa Paselloreng. Sementara, Bendung Gilireng berlokasi di Desa Arajang, fungsinya sebagai pintu air yang akan mengairi lahan persawahan.
Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan proyek strategis nasional ini dilaksanakan PT Wijaya Karya dan PT Bumi Karsa, yang menelan anggaran Rp793 miliar.
Jika tidak ada aral melintang, kedua bendungan itu rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Terkait rencana itu, Bupati Wajo sudah menghadap ke Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, beberapa waktu lalu.
















