Tak hanya itu, Amran Mahmud juga meminta manajemen RSUD Lamaddukelleng terus berbenah meningkatkan pelayanan dan sarana supaya pasien nyaman. “Sebagai rumah sakit pemerintah daerah, kita harus terus berbenah dan meningkatkan pelayanan. Kita tidak boleh kalah dari rumah sakit lainnya,” pesannya.
Sementara, Direktur RSUD Lamaddukelleng, drg. Andi Ela Hafid, mengaku sebenarnya di RSUD Lamaddukkelleng memiliki ruang tunggu keluarga pasien.
“Kami di sini ada empat ruang tunggu keluarga pasien, cuma mungkin karena mereka ingin dekat dengan tempat perawatan bayinya sehingga mereka memilih ‘tinggal’ bukan pada tempat yang disediakan. Petugas kami sudah mengarahkan, namun kadang tidak diindahkan,” ucap mantan Kepala UPTD Puskesmas Salewangeng ini.
“Terkhusus untuk ibu post sectio caesarea dengan bayi yang dirawat di NICU, memang perlu dibuatkan tempat khusus sehingga bisa lebih dekat dengan bayinya. Pertimbangannya kedekatan emosional dan sifatnya yang lebih privasi,” tambahnya.
Dia juga menyampaikan siap melaksanakan petunjuk dari Bupati Wajo. “Insyaallah, apa yang diinginkan Pak Bupati kami akan laksanakan, termasuk untuk lebih berbenah dan meningkatkan pelayanan. Untuk pembangunan ruangan khusus bagi para ibu yang dirawat bayinya di NICU, kita akan siapkan bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran,” ujarnya.
Sebelum meninggalkan RSUD Lamaddukkelleng menuju ke lokasi kegiatan selanjutnya, Amran Mahmud menyempatkan diri memantau dan melihat langsung ruang perawatan NICU serta berinteraksi dengan petugas dan ibu-ibu yang menjenguk bayinya. (Syaf)
Editor: Manaf Rachman
















