“Penggunaan nama, memang diupayakan semirip mungkin agar anak-anak paham istilah-istilah yang muncul. Tentunya ini bagian edukasi agar mereka tidak mengabaikan protokol kesehatan. Dengan demikian, perkemahan ini muncul dengan pembatasan-pembatasan yang ketat” Katanya
Sebanyak 55 Pramuka Penegak dari UPT SMA Negeri 4 Wajo berpartisipasi sebagai peserta pada kegiatan tersebut. Mereka mendirikan tenda di halaman rumah masing-masing dan mengikuti kegiatan secara virtual. Selama kegiatan, mereka dibekali dengan pengetahuan pramuka dan juga pengetahuan tentang covid-19.
Selain istilah PPKM. Juga diperkenalkan beberapa istilah lainnya yang dikemas dalam bentuk sandi, seperti Sandi Covid-19, Sandi Corona, Sandi ODP dan PDP, Sandi Lockdown, dan Sandi EPI-PANdemi
Salah seorang Peserta kegiatan, Amelia Resky Ramadhani mengungkapkan bahwa meski dilaksanakan secara virtual, sangat menikmati pelaksanaan kegiatan tersebut. Apalagi sejak pandemi 17 bulan yang lalu, tidak pernah lagi merasakan perkemahan.
“Perasaan saya sangat senang. Meskipun kemahnya di halaman rumah masing-masing dan dipantau secara virtual. Alhamdulillah bisa dilakukan secara mandiri dan memiliki kesan tersendiri,” ungkapnya.(*)
















