MEDIASINERGI.CO
MAKASSAR – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Pendidikan tidak hanya berfungsi mencerdaskan kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam mendorong kesetaraan gender, khususnya pemberdayaan perempuan di tengah perkembangan era digital.
Akademisi Asmarani Harma menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi sentral dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, akses pendidikan yang merata bagi perempuan akan melahirkan generasi yang lebih berkualitas, sehat, dan berdaya saing tinggi. Perempuan yang terdidik bukan hanya meningkatkan kualitas hidup dirinya sendiri, tetapi juga berkontribusi besar dalam keluarga dan lingkungan sosialnya.
Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ketika perempuan memperoleh pendidikan yang baik, maka dampaknya akan terasa pada lahirnya generasi unggul di masa depan.
Di era digital saat ini, tantangan pendidikan semakin kompleks. Perkembangan teknologi menghadirkan peluang besar melalui pembelajaran daring, akses informasi tanpa batas, dan inovasi metode belajar. Namun di sisi lain, masih terdapat kesenjangan akses digital, rendahnya literasi teknologi, serta ancaman penyalahgunaan media sosial yang dapat memengaruhi proses pendidikan.
















