Asmarani Harma menilai perempuan harus menjadi bagian penting dalam transformasi digital pendidikan. Peningkatan literasi digital bagi perempuan, baik sebagai pelajar, tenaga pendidik, maupun ibu rumah tangga, dinilai sangat penting agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bijak.
“Digitalisasi jangan hanya menjadi tren, tetapi harus menjadi alat pemberdayaan. Perempuan harus diberi ruang dan kesempatan yang luas untuk menguasai teknologi, sehingga mampu beradaptasi dan bersaing di masa depan,” tambahnya.
Pada momentum Hari Pendidikan Nasional ini, ia juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, institusi pendidikan, maupun masyarakat, untuk bersama-sama menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, ramah perempuan, dan berbasis teknologi. Menurutnya, pendidikan yang setara dan modern merupakan kunci menuju Indonesia yang maju dan berkeadilan.
Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi pengingat bahwa investasi terbaik bangsa adalah pendidikan, dan perempuan merupakan pilar penting dalam mewujudkan transformasi tersebut. (***)
















