“Untuk tahap awal, kami memanfaatkan HM Thamrin Farm sebagai tempat belajar para pemuda terkait pengembangan pertanian organik dan terpadu,” ungkap Yusuf.
Dari hasil pembelajaran ini, lanjutnya, para pemuda millenial ini diharapkan menjadi penyuluh swakarsa yang akan melakukan pembinaan dan pemdampingan para petani konvensional di daerahnya masing-masing.
Dari pendampingan ini, nantinya para petani konvensional diharapkan mampu mengadopsi teknologi – teknologi pertanian baru serta bergerak menuju pertanian organik dan terpadu.(tan)
Editor: Ismail Asnawi
















