Home / Advertorial / Sulsel

Kamis, 2 September 2021 - 21:32 WIB

Aspirasi di DPRD Wajo, PHI Minta RSUD Lamaddukkelleng Rotasi Perawat yang Mempersulit Proses Melahirkan

Aspirasi Pelita Hukum Independen (PHI) di DPRD Wajo Soroti Pelayanan Kesehatan di RSUD Lamaddukkelleng dan Puskesmas Sabbangparu, Kamis 2 September 2021

Aspirasi Pelita Hukum Independen (PHI) di DPRD Wajo Soroti Pelayanan Kesehatan di RSUD Lamaddukkelleng dan Puskesmas Sabbangparu, Kamis 2 September 2021

MEDIASINERGI.CO WAJO — Pelayanan kesehatan di Kabupaten Wajo kembali mendapat sorotan. Kali ini pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng dan Puskesmas Sabbangparu pemicunya.

Sorotan pelayanan kesehatan kepada dua fasilitas kesehatan itu diaspirasikan Pelita Hukum Independen (PHI) di Gedung DPRD Wajo, Kamis 2 September 2021.

Salah-satunya yang menjadi sorotan PHI terkait masalah salah satu ibu mau melahirkan asal Kecamatan Tanasitolo yang merasa dipersulit karena harus bolak-balik cari rujukan.

Ketua PHI Sudirman meminta yang jaga saat itu di UGD dirotasi. “Saya kira harus dirotasi,” tegasnya.

Selain itu, PHI juga menyoroti 3 pelayanan lainnya yang dikeluhkan masyarakat. Pertama masalah ibu pasca melahirkan tidur di emperan di RSUD Maddukelleng, dokter di Puskesmas Sabbangparu yang cuti bersamaan, dan pasien yang belum keluar hasil PCR-nya ditempatkan di ruang isolasi Covid-19.

“Saya minta poin-poin tuntutan bisa ditindaklanjuti. Kalau tidak bisa dibenahi langka terakhir melaporkan ke polisi,”ujar Ketua PHI, Sudirman.

Sudirman mengatakan, aspirasi dari PHI ini bisa menjadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan.”PHI tidak akan aspirasi kalau datanya tidak valid,”ujarnya.

Menanggapi aspirasi PHI, Kepala Dinas Kesehatan Wajo, drg Armin mengatakan, setiap masalah, pihaknya selalu membuat inovasi untuk mencari solusi. “Sama dengan aspirasi PHI, kami akan cari inovasi untuk mengatasi masalah ini,”ujarnya.

Sementara Direktur RSUD Lamaddukelleng, drg Andi Ela Hafid mengatakan, masalah ibu pasca melahirkan tidur di emperan di RSUD Maddukelleng sudah menyiapkan asrama.

“Namun, ibu bayi tidak mau menempati ruangan itu, dengan alasan mau dekat dengan bayinya,” sanggahnya.

Sementara terkait ibu mau melahirkan bolak-balik cari rujukan, mantan Kepala Puskesmas Tempe itu mengaku, itu kekhilafan perawatnya. “Kepada perawat yang menangani bumil saat itu, sudah memberi surat peringatan,” terangnya.

Adapun untuk pasien yang belum keluar hasil PCR-nya ditempatkan di ruang isolasi Covid-19, pihaknya berjanji akan mencari solusinya, apakah mencari ruangan atau membuat gedung baru.

Sementara terkait dokter di Puskesmas Sabbangparu bersamaan cuti, penjelasan Kepala Puskesmas bahwa satu dokter terkena Covid dan satu lagi cuti menikah.

Mendengar aspirasi dan jawaban dari kedua belah pihak, anggota DPRD Wajo, Yunus Panaungi meminta Pemda Wajo, agar apa yang diaspirasikan PHI sebagai masukan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

”Saya kira semua sudah terjawab dan menjadikan ini sebagai masukan untuk memberi pelayanan yang lebih baik lagi,”ujarnya. (syaf)

Editor: Manaf Rachman

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

SOPPENG

Pasar Batu Batu Soppeng Terbakar, Tim Labfor Polda Sulsel Melakukan Olah TKP

Sulsel

Gantikan Muhammad Hasbi, Bupati Daeng Manye Lantik Ahmad Rivai Jadi Sekda Takalar

PINRANG

Bupati Pinrang, Peringatan Hari Sumpah Pemuda momentum untuk Memperkuat Semangat Nasionalisme, Kedisiplinan, dan Kepedulian

Sulsel

Resmi Pimpin Asprov PSSI Sulsel 2026-2030, Munafri Siapkan Stadion dan Pembenahan Sepak Bola

Sulsel

Buka Konkerprov II PGRI Sulsel, Pemprov Tekankan Pentingnya Peran Pendidik dan Kepastian PPPK

Sulsel

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

Sulsel

Wujudkan Pelayanan Prima, Bupati Takalar Canangkan Pelayanan 5S

PINRANG

Bupati Pinrang Menyerahkan Secara Simbolis Bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE)

Tinggalkan Komentar