Sementara Direktur RSUD Lamaddukelleng, drg Andi Ela Hafid mengatakan, masalah ibu pasca melahirkan tidur di emperan di RSUD Maddukelleng sudah menyiapkan asrama.
“Namun, ibu bayi tidak mau menempati ruangan itu, dengan alasan mau dekat dengan bayinya,” sanggahnya.
Sementara terkait ibu mau melahirkan bolak-balik cari rujukan, mantan Kepala Puskesmas Tempe itu mengaku, itu kekhilafan perawatnya. “Kepada perawat yang menangani bumil saat itu, sudah memberi surat peringatan,” terangnya.
Adapun untuk pasien yang belum keluar hasil PCR-nya ditempatkan di ruang isolasi Covid-19, pihaknya berjanji akan mencari solusinya, apakah mencari ruangan atau membuat gedung baru.
Sementara terkait dokter di Puskesmas Sabbangparu bersamaan cuti, penjelasan Kepala Puskesmas bahwa satu dokter terkena Covid dan satu lagi cuti menikah.
Mendengar aspirasi dan jawaban dari kedua belah pihak, anggota DPRD Wajo, Yunus Panaungi meminta Pemda Wajo, agar apa yang diaspirasikan PHI sebagai masukan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
”Saya kira semua sudah terjawab dan menjadikan ini sebagai masukan untuk memberi pelayanan yang lebih baik lagi,”ujarnya. (syaf)
Editor: Manaf Rachman
















