Home / Sulsel

Jumat, 3 September 2021 - 10:32 WIB

Petugas Medis Lalai, Direktur RSU Lamaddukkelleng Sengkang Minta Maaf

PHI Wajo saat melakukan aspirasi di DPRD Wajo terkait dengan pelayanan RSUD Lamaddukkelleng Sengkang. Tampak juga Ketua PWI Wajo H. Rukman Nawawi bersama sejumlah wartawan

PHI Wajo saat melakukan aspirasi di DPRD Wajo terkait dengan pelayanan RSUD Lamaddukkelleng Sengkang. Tampak juga Ketua PWI Wajo H. Rukman Nawawi bersama sejumlah wartawan

Laporan : H. Rukman Nawawi

MEDIASINERGI.CO WAJO — Muhammad Rafa dan Muhammad Rafi telah pergi untuk selama-lamanya, Jam 11 45 Wita Senin 23 Agustus 2021 lalu …

Namun duka mendalam masih membekas bagi keluarga dan kedua orang tuanya Muhammad Hamzah dan Karlina. Kematiannya dalam kandungan ibunya begitu tragis, dan menyisakan luka yang sangat dalam…

Keinginan kedua orang tuanya melihat Muhammad Rafa dan Muhammad Rafi lahir dalam keadaan segar dan bugar, hanyalah tinggal harapan….

Penanganan medis dari pihak Rumah Sakit Lamaddukkelleng Sengkang Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan diduga sebagai biangnya…

Sejumlah pihak sangat menyayangkan kejadian yang menimpa ibu dan anak ini. Sepuluh hari telah berlalu, sejak bayi kembar mungil ini meninggal dalam kandungan.

Baca Juga:  Kasat Lantas Polres Pinrang Tinjau Kesiapan Personil

Penulis sendiri ( Rukman Nawawi -red) merasa, sepertinya baru kemarin kejadiannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Wajo Hj. Armin hadir juga pada Aspirasi PHI di DPRD Wajo terkait Pelayanan Kesehatan di RSUD Lamaddukkelleng

Penulis menyampaikan kekecawaannya kepada manajemen RSU Lamadukkelleng Sengkang, saat dipertemukan oleh DPRD Wajo dalam forum aspirasi, di ruang aspirasi, Kamis 2 September 2021.

Pernyataan Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Lamaddukkeleng Sengkang, drg. A. Ella Hafid yang mengakui jika petugas medisnya khilaf dalam menangani pasien ibu hamil, hingga bayinya meninggal dalam kandungan, tak membuatnya puas.

“Saya atas nama manajemen RS minta maaf atas kekhilafan yang dilakukan teman kami, dalam menangani pasien ibu hamil itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Produksi Nikel PT Vale Naik 20 Persen

Menurut drg. Ella, pihak manajemen Rumah Sakit, sudah membuatkan pernyataan kepada tenaga medis tersebut, jika melakukan kesalahan sekali lagi, maka ia akan dikeluarkan dari RSU Lamaddukkelleng.

“Kami sudah buatkan pernyataan, jika kembali mengulangi kesalahannya maka akan langsung dikeluarkan dari Rumah Sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Wewangrewu, dr. A. Nur Rahma, menjelaskan, pada pukul,13.53 Wita tanggal 23 Agustus lalu, ibu bayi kembar tersebut diterima bidan jaga dan dilakukan pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan bidan, lanjut dr Rahma, tidak ditemukan denyut jantung janin, sehingga kami sarankan untuk kembali ke Rumah Sakit (RS) Maddukkelleng Sengkang

Share :

Baca Juga

Sulsel

Munafri Siapkan Reward dan Punishment Pengelolaan Sampah, OPD Jadi Garda Terdepan

Sulsel

Wali Kota Munafri Tekankan Adab dan Etika Siswa Lewat Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal

Sulsel

HLH 2026, Pemkot Makassar Turun ke Jalan Pungut dan Pilah Sampah

Sulsel

Di Forum RUU Pangan, Munafri Tawarkan Solusi Smart Green house ke DPR RI

Sulsel

Pengelolaan Keuangan Daerah yang Profesional dan Sesuai Aturan, Pemkab Takalar Pertahankan WTP dari BPK RI

Sulsel

DPRD Wajo Fasilitasi Aspirasi Warga, PLN Beri Solusi Pemindahan Tiang Listrik di Area Masjid

Sulsel

Demi Stadion Untia, Pemkot dan PIP Makassar Sepakati Hibah Aset Strategis

Sulsel

Demi Stadion Untia, Pemkot dan PIP Makassar Sepakati Hibah Aset Strategis