Selain untuk mendukung sektor pertanian, kata dia, bendungan multifungsi ini juga bermanfaat untuk mendukung ketahanan air, mereduksi banjir Sungai Gilireng sebesar 489 meter kubik per detik, serta menyediakan air baku 145 liter per detik yang akan melayani enam kecamatan di Kabupaten Wajo.
“Juga berfungsi tentu saja untuk konservasi, daerah konservasi yang dapat dimanfaatkan untuk pariwisata dan memberikan alternatif pendapatan baru bagi masyarakat,” imbuhnya.
Oleh karena itu, lanjutnya pemerintah terus membangun bendungan di berbagai daerah di tanah air untuk meperkuatdan meningkatkan ketahanan pangan.
Usai memberikan sambutan Presiden Joko Widodo melakukan pemutaran roda pintu air dan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian.(setkab.go.id)
Editor: Manaf Rachman
















