Home / Sulsel

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:53 WIB

Wali Kota Munafri: Kesiapsiagaan Bencana Harus Menjadi Budaya Masyarakat

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat upaya kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana sebagai langkah strategis, ketika bencana terjadi.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memimpin Apel Kesiapsiagaan terhadap Bencana Kabupaten/Kota Makassar Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, di Anjungan MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Selasa 14 Juli 2026.

Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti unsur BPBD, TNI, Polri, Basarnas, perangkat daerah, relawan kebencanaan, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana di Kota Makassar.

Dalam arahannya, Munafri menegaskan penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Potensi bencana datang kapan saja, maka penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Appi.

Karena itu, seluruh upaya penanggulangan bencana harus dilakukan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam membangun ketangguhan daerah.

Ia menjelaskan, pelaksanaan apel kesiapsiagaan tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh komponen bangsa dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.

Baca Juga:  HIMA PRODI PGSD UNIMEN Enrekang Gelar Bakti Sosial di Kampung Lekkong

“Upaya penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam membangun ketangguhan,” katanya.

Menurutnya, apel kesiapsiagaan yang dilaksanakan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Kegiatan ini merupakan momentum untuk menguatkan komitmen, menyatukan langkah, menguji kesiapan personel dan sumber daya, serta memperkokoh sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Makassar,” tuturnya.

Munafri menilai budaya latihan yang dilakukan secara terpadu, terencana, dan berkesinambungan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Melalui latihan rutin, simulasi kebencanaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintah berharap seluruh unsur memiliki kemampuan merespons bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Ia menegaskan, penguatan kesiapsiagaan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Makassar, yakni Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan.

Salah satu implementasinya adalah membangun budaya sadar bencana sebagai bagian dari karakter masyarakat.

“Budaya sadar bencana harus menjadi bagian dari karakter masyarakat, di mana setiap individu, keluarga, dan komunitas memiliki pemahaman terhadap risiko,” jelasnya.

Baca Juga:  Polisi Amankan Sebuah Handak Jenis Mortir Di Batu Batu Soppeng

“Dan ini, mampu melakukan langkah-langkah mitigasi, serta siap bertindak secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat,” sambung Appi.

Menurut Munafri, edukasi kebencanaan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, simulasi, sosialisasi, hingga penguatan kapasitas masyarakat di tingkat kelurahan.

Langkah tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi risiko bencana, tetapi juga membangun masyarakat yang adaptif dan mampu pulih lebih cepat pascabencana.

“Melalui edukasi, latihan simulasi, dan penguatan kapasitas yang dilakukan secara berkelanjutan, kita tidak hanya mengurangi risiko bencana, tetapi juga membangun masyarakat yang adaptif dan mampu bangkit lebih kuat setelah bencana terjadi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Munafri juga mengingatkan Kota Makassar memiliki sejumlah potensi ancaman bencana yang harus menjadi perhatian bersama.

Berdasarkan kajian risiko bencana, ancaman tersebut meliputi banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga banjir rob yang dipengaruhi perubahan iklim.

Ia menyebut perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi maupun intensitas berbagai kejadian bencana sehingga seluruh pihak dituntut meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.

Selain itu, ia menegaskan kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana.

“Masyarakat harus memiliki kemampuan mengenali ancaman, melakukan penyelamatan secara mandiri, merespons keadaan darurat dengan tepat, serta mampu bangkit kembali setelah bencana,” imbuhnya.

Share :

Baca Juga

SOPPENG

Perkuat Tata Kelola BUMD, Bupati Soppeng Ikuti Rakor Kemendagri

Sulsel

Umiyati Apresiasi Langkah KONI Makassar Daftarkan Seluruh Atlet PORPROV ke BPJS Ketenagakerjaan

Sulsel

Bapenda Makassar Catat Surplus Rp130 Miliar, Realisasi Pendapatan Tembus 49 Persen

SOPPENG

Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng Lantik Enam Ketua TP PKK Kecamatan

Sulsel

Kunjungan Silaturahmi Kapolres Wajo ke DPRD

Sulsel

Pemkot Makassar Pastikan PSEL Tetap Berjalan, Penetapan Lokasi Masih Dibahas

SOPPENG

Bupati Soppeng Menerima Kunjungan Silaturahmi Kapolres

Sulsel

Pemkot Makassar dan Karang Taruna Perkuat Sinergi, Penanganan Sampah hingga Pemberdayaan Pemuda Jadi Fokus