“Pembangunan Pasar Tempe ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR. Untuk mengembalikan fungsi Pasar Tempe pasca kebakaran Agustus 2019 lalu agar kembali ke posisi semula dengan keadaan yang lebih baik. Selain itu, juga merupakan salah satu upaya rangka pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.
Amran Mahmud juga menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) dan Hamka B. Kadi yang mengawal sehingga pembangunan Pasar Tempe bisa terlaksana.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan berkontribusi sehingga pembangunan Pasar Tempe ini bisa terlaksana. Khususnya kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan dan Hamka B. Kadi,” ujarnya.
Sekadar diketahui, pembangunan Pasar Tempe bersifat multiyears contract (MYC) yang direncanakan selesai pada akhir 2021 ini. Menghabiskan Rp45 miliar dengan PT Delima Agung Utama selaku pelaksanaan konstruksi.
Bangunan Pasar Tempe berdiri di atas lahan eks pasar lama dengan luas tanah 8.642 meter persegi, total luas bangunan 9.777 meter persegi, dan luas bangunan gedung di atas 5.000 meter persegi.
Pembangunan ini merupakan upaya dalam mewujudkan pasar rakyat yang laik fungsi dan dapat memenuhi aspek keamanan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan, sekaligus menjadikan Pasar Tempe sebagai pionir bangunan gedung hijau pasar yang ramah lingkungan di Indonesia timur. (din)
Editor: Manaf Rachman
















