Setelah pemaparan Amran Mahmud, kemudian dilanjutkan pertanyaan dari panelis. Kahar Lahae dari Universitas Hasanuddin (Unhas), salah satu dari tiga panelis yang memuji ide Amran Mahmud untuk pembangunan industri pupuk mini terintegrasi di Wajo. Menurutnya, memang pupuk ini banyak dibutuhkan masyarakat.
“Pupuk ini kebutuhan masyarakat petani dan Wajo punya potensi sumber daya untuk industri pupuk ini. Sisa perlu diperjelas status lahannya nanti,” kata Kahar Lahae.
Amran Mahmud menanggapi dan menjawab semua pertanyaan tim panelis dengan meyakinkan. Dia juga meminta perangkat daerah terkait untuk melengkapi proposal yang diajukan dan mengawal terus agar program ini bisa terwujud.
Diketahui, South Sulawesi Investment Challenge ini ajang pertama kalinya dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan PINISI SULTAN (Percepatan Investasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata Sulawesi Selatan).
Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, hanya 18 yang mengirimkan IPRO (Investment Project Ready to Offer) dan setelah diseleksi oleh tim internal yang terdiri atas beberapa perangkat daerah di Pemprov Sulsel dan Bank Indonesia, kemudian diseleksi lagi oleh tim eksternal.
Saat ini tersisa 8 kabupaten/kota, termasuk Wajo yang akan bersaing menuju 3 besar dan memaparkan proposalnya. Tiga kabupaten/kota yang terpilih nantinya akan difasilitasi Bank Indonesia untuk dicarikan investor sesuai proposal yang diajukan. (syaf)
Editor: Manaf Rachman
















