Oleh H. Manaf Rachman
Kehadiran Summarecon Mutiara Makassar pada tahun 2018 bisnis property mungkin bisa dikatakan masih tergolong baru jika dibandingkan dengan usaha property lainnya seperti Kalla grup yang membangun kawasan pemukiman Baruga di Antang Makassar.
Tak mau kalah bersaing dengan pengembang lainnya, Summarecon Mutiara Makassar, hadir membangun kawasan pemukiman eksklusif di lokasi yang strategis di Kota Makassar, karena ditunjang oleh akses jalan tol Ir Sutami yang menghubungkan Bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar dan juga Pelabuhan Laut Moderen Makassar New Port yang bisa ditempuh dalam beberapa menit saja, karena kehadiran akses bebas hambatan.
Summarecon yang berdiri sejak tahun 1975, hingga kini sudah berkembang menjadi salah satu perusahaan properti nasional di Indonesia yang mengawali debutnya dengan pembangunan kawasan Kelapa Gading yang mengubah wujud Jakarta Utara menjadi sebuah kawasan elit yang terintegrasi dengan kawasan pemukiman dan kawasan komersial.
Setelah sukses di Jakarta membangun kawasan hunian terpadu yang eksklusif, maka Summarecon pun mulai merambah kawasan Jabodetabek dan hadir di Serpong yang dikenal dengan nama Gading Serpong, kemudian Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung dan Summarecon Karawang. Sukses membangun di Pulau Jawa, maka Summarecon mulai melirik daerah kawasan Jimbaran, Pulau Bali dan mendapat respon positif di pulau yang dikenal dengan destinasi wisatanya. Kini Summarecon hadir di Makassar dan akan berinovasi untuk membangun Kawasan Timur Indonesia.
Summarecon sebagai salah satu developer perumahan terkenal dan memiliki brand nasional, kini hadir di Makassar sebagai ibukota Provinsi Sulsel, yang merupakan cabang yang pertama di luar Jawa Bali sejak tahun 2018 lalu. Kehadiran Summarecon Mutiara Makassa bertujuan untuk merealisasikan konsep pembangunan fasilitas pemukiman baru guna mewujudkan “New City, New Opportunity”.
Keberadaan Sumarecon Mutiara Makassar, sudah memberi andil besar dalam pembangunan sarana perumahan terpadu yang berwawasan lingkungan dengan tetap mengintegrasikan konsep pembangunan yang dikembangkan oleh pemerintah Kota Makassar.
Summarecon Mutiara Makassar dibangun di atas lahan seluas 450 hektar dan sebagian besar sudah membangun perumahan mewah yang dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan dibangun dengan mengutamakan konsep lingkungan yang asri dengan tetap mempertahankan keindahan alam sekitarnya tanpa harus membabat habis pohon dari habitatnya yang dibiarkan tumbuh alami, tanpa harus ditebang untuk kepentingan pembangunan kawasan perumahan. Bahkan Summarecon Makassar berupaya menata lingkungan dengan mengeluarkan investasi khusus untuk perawatan lingkungan di sekitar kompleks perumahan.
Salah satu wujud pembangunan perumahan yang berwawasan lingkungan yang diperlihatkan oleh Summarecon yakni, instalasi listrik maupun telepon semuanya tersembunyi di bawah tanah, sehingga tidak ditemukan adanya bentangan kabel listrik maupun telepon di atas tiang yang membuat lingkungan tetap asri tanpa kabel listrik dan telepon yang bergelantungan secara serampangan.
















