Menurut Amran Mahmud, lahan percontohan pertanian terpadu yang dimiliki oleh Pak Insinyur (sapaan akrab Ketua KTNA Wajo) adalah apa yang diharapkan ada di semua lokasi pertanian masyarakat, yaitu selain budi daya padi, terdapat juga budi daya lainnya.
“Apalagi padi yang dipanen tadi itu katanya memakai pupuk organik cair dan memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik padat. Jadi ada saling mendukung antara bidang budi daya satu dengan yang lainnya,” ucap Amran Mahmud.
Pimpinan Bank Mandiri Cabang Sengkang, Nurrasuli Rahman, membenarkan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan berupa KUR dengan bunga 6 persen per tahun kepada petani, khususnya jaringan KTNA yang serius untuk mengembangkan pertaniannya.
“Sebagai bentuk dukungan kami kepada program Bapak Bupati, kita akan berikan bantuan KUR bagi petani yang ingin maju dan berkembang, namun terkendala permodalan sesuai dengan syarat dan ketentuan,” ucapnya.
Sementara, Ketua KTNA Wajo, Syahruddin, menyampaikan bahwa padi yang ditanam menggunakan pupuk organik. Hasilnya, lebih menguntungkan ketimbang pupuk kimia.
“Menurut pengalaman dan percobaan selama ini, rendemen dari padi dengan pupuk organik ini itu bisa sampai 65 persen artinya dalam 100 kilogram. Jika digiling menjadi beras, menjadi 65 kilogram beras. Sedikit lebih banyak dibanding menggunakan pupuk kimia yang rendemennya berkisar 50–55 persen,” ungkapnya.
Selain Pimpinan Bank Mandiri Cabang Sengkang, turut hadir Kepala Staf Distrik Militer (Kasdim) 1406 Wajo, Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Wajo, jajaran Dinas Pertanian Wajo, serta tamu lainnya. (wan)
Editor: Manaf Rachman
















