Lanjutnya, diharapkan juga pesantren, pengasuh dan santri terbebas dari paham radikalisme.
“Kita berharap, paham radikalisme tidak menyusup di pesantren kita. Kita berharap, santri khususnya di Pangkep, memperjuangkan Indonesia,”katanya.
Kepala kantor kementerian agama Pangkep, Muhammad Nur Halik menyampaikan, santri harus mengedepankan nilai agama, mengedepankan nilai-niali kebangsaan dan berpatokan kepada solusi jihad NKRI harga mati.
Upacara hari santri turut dihadiri oleh ketua DPRD Pangkep, Forkopimda, pimpinan OPD dan sejumlah perwakilan santri dari 12 pondok pesantren di Pangkep.
Disela-sela upacara, santri menunjukkan kebolehan seni bela diri. Selain itu juga, bupati menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba-lomba yang digelar sebagai rangkaian hari santri. (Idham).
Editor: Manaf Rachman















