“Desa Tabo-Tabo tercatat sebagai salah satu dari 27 Desa di Kabupaten Pangkep yang akan menggelar Pilkades serentak pada 4 November nanti, makanya kami pilih lokasi ini,” terangnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat tepat dan berguna karena tidak hanya dapat menekan praktek money politik di desa ini tapi juga bisa menambah pengetahuan masyarakat terkait aturan hukum dalam berdemokrasi.
Dia pun berharap, penyuluhan tersebut bisa berkontribusi untuk kemajuan demokrasi di Indonesia kedepannya.
“Setidaknya merubah mindset atau pola pikir masyarakat terutama mereka yang berada di daerah yang tertinggal atau pun yang jauh dari pusat perkotaan agar dapat mengerti mengenai bahaya money politik. Ketika misal hal-hal seperti ini sudah terminimalisir maka bukan tidak mungkin kita bisa melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang lebih baik,” pungkasnya. (faisal)
Editor: Manaf Rachman
















