“Termasuk aktualisasi diri, bagaimana ketepatan seseorang dalam menempatkan dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada di dalam dirinya, bukan untuk kepentingan pribadi melainkan kepentingan bangsa dan negara serta cita-cita, pemuda memiliki cita-cita yang tinggi, untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Andi Sukri.
Kata Andi dengan penguasaan kehidupan 4.0 ini, maka lahirlah generasi alpha atau generasi milenial. Generasi ini lahir tahun 2010-2025, lahir sesudah generasi Z, lahir dari generasi X akhir dan Y. Generasi ini sangat terdidik karena masuk sekolah lebih awal dan banyak belajar. Akan menjadi lebih materialistis. Fokus mereka adalah gaya hidup berteknologi tinggi.
“Generasi Milenial adalah generasi yang selalu bersikap reseptif ketika menghadapi sesuatu. Mereka selalu terbuka akan inovasi. Itu sebabnya mereka cepat beradaptasi dengan dunia digital. Generasi milenial memang dinilai sebagai generasi yang memiliki sikap, nilai, dan ciri khas tersendiri,” ungkap Andi Sukri.
“Generasi milenial harus berada di depan, memegang obor untuk mencegah paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila sehingga masa depan pendidikan dan nasib generasi penerus bangsa ke depan tidak berada di jalan yang salah. Arah perjalanan bangsa ini berada di tangan generasi milenial, yang akan menerima tongkat estafet pembangunan,” tutup Andi Sukri.
Generasi milenial ini selalu bersikap reseftif ketika menghadapi sesuatu. Mereka selalu terbuka akan inovasi dan cepat beradaptasi dengan dunia digital, ungkap Sekretaris Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Sulsel ini.
Webinar nasional ini juga tampil nara sumber lainnya, Dr.H.Mustadin Taggala, S.Psi, M.Si , Dr.Andi Fajar Asti, M.Pd, M.Sc dengan moderator, Mutmainnah Syam, SH, MH mahasiswa PPs Unhas. Pada awal pembukan acara turut member sambutan Ketua Umum HMPI Sulsel, Takdir Khair, S.Pd.I,M.Pd. (manaf)
Editor: Ismail Asnawi
















