Home / Sulsel

Sabtu, 13 November 2021 - 11:46 WIB

Amran Mahmud : Vaksinasi Tak Cukup 70 Persen, Camat di Evalusi

Bupati Wajo H. Amran Mahmud bersama Wakil Bupati Wajo H. Amran SE

Bupati Wajo H. Amran Mahmud bersama Wakil Bupati Wajo H. Amran SE

Laporan: H. Rukman Nawawi

MEDIASINERGI.CO WAJO — DR H Amran Mahmud, S.Sos. M. Si. mengatakan bahwa selaku bupati wajo berupaya keras memutus rantai penyebaran COVID-19, menjadi perhatian khusus memasifkan vaksinasi demi terciptanya kekebalan kelompok atau herd immunity.

Sudah dua minggu lalu kata Amran Mahmud data kasus positif di Wajo telah mencapai angka nol atau zero COVID-19. Namun demikian, hal itu tidak menjadikan pemangku kebijakan setempat berpuas diri. Terlebih Bumi Lamaddukelleng kini malah naik status dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 ke level 3.

Naiknya status PPKM karena pertimbangan cakupan vaksinasi. Kabupaten Wajo bersama sejumlah daerah lain di Sulsel, capaian vaksinasinya masih tergolong rendah.

“Saat ini, meskipun kasus positif kita sudah zero, tetapi karena cakupan vaksinasi kita masih sekira 35.1 persen, dari
103.753 atau 35,01% dosis 1 (pertama) 58.011 atau 19,28% dosis 2 (kedua) dari jumlah total sasaran 300.814 jadi PPKM kita naik ke level 3 yang mempersyaratkan minimal harus 40 persen dosis pertama,” ungkap H. Amran Mahmud.

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Wajo Sulsel saat ini memasifkan pelaksanaan vaksinasi. Target pada akhir November ini minimal 50 persen dan akhir Desember sudah angka 70 persen. Ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dalam rapat virtual sebelumnya.

“Saya harap masyarakat mendukung untuk kesuksesan pencapaian target vaksinasi tersebut. Jangan-ki’ takut divaksin, juga mumpung masih gratis. Saya harapkan camat untuk membantu memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi dengan berkomunikasi dengan puskesmas,” tuturnya.

Aman mahmud menegaskan, kalau tidak mencapai cukupan vaksinasi 70 persen pada bulan Desember 2021 maka kalau ada camat tidak cukup terget 70 persen akan dievaluasi.

Orang nomor satu di Bumi Lamaddukkelleng ini juga menyampaikan dampak pandemi yang telah melanda secara global dan memengaruhi tiap lini kAmehidupan.

Selain pembatasan kegiatan masyarakat, pandemi juga menyebabkan pengurangan anggaran atau refocussing, pengembalian anggaran ke pusat untuk penanganan COVID-19.

“Akibatnya, beberapa program kita, misalnya infrastruktur jalan yang kita sudah anggarkan begitu banyak, namun karena pandemi ini, dikembalikan sebagian anggaran kita ke pusat sehingga kita maksimalkan yang ada. Anggaran yang di-refocussing itulah yang menjadi bantuan selama COVID-19 ini yang diberikan kepada masyarakat dan digunakan oleh satgas untuk penanganan,” terangnya. (***)

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

Sidak Layanan BPJS di Dinsos-PMD, Bupati Takalar Tekankan Pelayanan Harus 5 Menit Selesai

Sulsel

Prihatin Kabut Asap di Makassar, Munafri Instruksikan Dinas Bagi Masker Gratis ke Siswa dan Kelompok Rentan

Sulsel

Wali Kota Tantang Lulusan Teknik Elektro, Tak Sekadar Cari Kerja, tapi Ciptakan Lapangan Kerja

SOPPENG

Jumat Curhat di Cafe, Kapolres Soppeng Jemput Aspirasi Masyarakat

PINRANG

Paguyuban UPT SDN 240 Pinrang Laksanakan Peringatan Maulid Nabi dengan Meriah dan Hikmat

SOPPENG

Selle Ks Dalle: Jadikan Akhlak Rasulullah sebagai Teladan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sulsel

JSI Baca Perpindahan Appi ke Demokrat: Bukan Sekadar Ganti Jaket, Peta Politik Sulsel Bisa Bergeser

Sulsel

Tampil di Forum PBB Jenewa, Munafri Perkenalkan MCH sebagai Mesin Ekonomi Anak Muda

Tinggalkan Komentar