“Dari sekitar 900 siswa kami, yang menjalani vaksinasi hari ini sekitar 200 orang, artinya baru sekitar 22 persen siswa kami yang mau divaksin, ini yang menjadi kendala kita karena kita tidak bisa paksakan kalau tidak ada persetujuan dari orang tua siswa,” jelasnya.
Muhiddin berharap kedepan orang tua siswa bisa lebih memahami pentingnya vaksinasi ini dan tidak percaya dengan berita-berita hoax sehingga vaksinasi ini bisa dilakukan secara menyeluruh kepada siswa agar pandemi segera berlalu dan pembelajaran secara normal bisa dilaksanakan.
Sementara Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sinjai Hj. Mas Ati menyampaikan bahwa perlu peran dari Komite Sekolah bersama dengan satuan pendidikan dalam menyukseskan vaksinasi di kalangan pelajar.
Menurutnya, sebelum dilakukan vaksinasi, Mas Ati menyarankan terlebih dahulu Komite Sekolah bersama Sekolah memberikan edukasi kepada orang tua siswa terkait manfaat dari vaksinasi ini.
“Disinilah Komite sekolah memainkan perannya bersama dengan pihak sekolah untuk duduk bersama menghadirkan orang tua siswa bagaimana memberikan edukasi terkait manfaat vaksinasi Covid-19 ini,” ujarnya.
Jika ini dilakukan, ia yakin masyarakat atau orang tua siswa akan memahami manfaat vaksinasi yang sesungguhnya dan tidak ada lagi rasa ketakutan sehingga pelaksanaan vaksinasi di kalangan pelajar berlangsung sukses. (zah-tw)
Editor: Manaf Rachman
















