Amran Mahmud juga mengapresiasi dukungan dan perhatian Yuliani terhadap pengelolaan gas di Wajo, termasuk pembangunan jaringan gas (jargas) yang sedang berlangsung.
“Ini bisa menjadi motivasi bagi Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Wajo untuk bekerja lebih keras dan memanfaatkan alokasi gas yang ada bagi kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Sementara, Direktur PT Wajo Energi Jaya, Lukman Hamid, menjelaskan tentang skema pelaksanaan proyek CNG beserta pemasarannya kepada SKK Migas apabila permohonan perubahan alokasi itu dikabulkan. Pihaknya siap menjalin kerja sama dengan PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) yang akan menjadi konsumen CNG.
“Seperti diketahui, pada tahun 2012, BUMD Wajo mendapatkan alokasi gas berdasarkan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT Wajo Energi Jaya dengan PT Energy Equity Epic Sengkang dengan pembagian alokasi berupa power plant, jaringan gas rumah tangga, dan pendirian stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG),” ucapnya.
Akan tetapi, lanjutnya, karena PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengalami surplus daya akibat masuknya sejumlah pembangkit ke dalam sistem kelistrikan di Sulawesi, pembangunan power plant tidak dapat direalisasikan hingga saat ini. “Akibatnya, jatah alokasi gas tersebut tidak termanfaatkan,” ungkapnya.
Pihak SKK Migas menanggapi positif agenda pertemuan tersebut. “Kita akan segera menindaklanjuti permohonan BUMD Kabupaten Wajo,” ucap Dwi Soetjipto, Kepala SKK Migas. (din)
Editor: Manaf Rachman
















