Sedangkan pada tahun 2021 sampai bulan November kematian ibu mencapai 17 orang dan kematian anak 120 orang. Artinya, kasus tersebut mengalami peningakatan.
“Inilah yang mendasari sehingga kita melakukan AMP karena kita ingin mengetahui apa yang menjadi letak permasalahannya, sehingga kita bisa tekan angka kematian ibu dan anak di tahun mendatang,” ungkapnya.
Dia mengharapkan agar semua elemen masyarakat, khususnya ibu hamil untuk selalu aktif memeriksakan kehamilannya, dan memeriksakan kesehatan anak guna mengetahui kesehatan di masing-masing tubuh warga masyarakat.
Pertemuan AMP turut dihadiri oleh Direktur RSUD Sinjai dr. Kahar Anies. Adapun narasumber dalam kegiatan ini yakni, Dr, dr. Emma Alasiry dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sulsel, dan Dr.dr Elisabeth Jusuf dari Himpunan Obstetri dan Ginecologi Seluruh Indonesia (HOGSI) Sulsel. (tw-irwan)
Editor: Manaf Rachman
















