Home / Sulsel

Selasa, 21 Desember 2021 - 18:10 WIB

Menulis Feature, Yakinkan Diri Bahwa Tulisan Anda Menarik

Wartawan senior, Asnawin Aminuddin (duduk kedua dari kiri), foto bersama peserta “Pelatihan Jurnalistik dan Kelas Desain” bertema ”Media Visual sebagai Pilar Pembangunan Indonesia”, yang diadakan LAPMI HMI Cabang Makassar, di Hotel Manina, Makassar, Selasa, 21 Desember 2021.

Wartawan senior, Asnawin Aminuddin (duduk kedua dari kiri), foto bersama peserta “Pelatihan Jurnalistik dan Kelas Desain” bertema ”Media Visual sebagai Pilar Pembangunan Indonesia”, yang diadakan LAPMI HMI Cabang Makassar, di Hotel Manina, Makassar, Selasa, 21 Desember 2021.

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Sebelum menulis feature, penulis harus meyakinkan diri bahwa tulisannya menarik dan akan dibaca orang. Kalau tidak yakin, sebaiknya jangan paksakan diri menulis.

Saran tersebut disampaikan wartawan senior, Asnawin Aminuddin, saat tampil membawakan materi Feature, pada “Pelatihan Jurnalistik dan Kelas Desain” bertema ”Media Visual sebagai Pilar Pembangunan Indonesia”, yang diadakan LAPMI HMI Cabang Makassar, di Hotel Manina, Makassar, Selasa, 21 Desember 2021.

“Ada beberapa pertanyaan yang harus diajukan kepada diri sendiri sebelum menulis feature, antara lain bagian mana dari fakta dan hasil observasi lapangan yang paling memengaruhi saya, kisah apa yang ingin saya sampaikan kepada pembaca, serta apa yang membuat saya bisa mengatakan, bahwa ini kisah yang benar-benar menarik. Artinya, sebelum menulis feature, yakinkan diri Anda bahwa tulisan Anda menarik,” kata Asnawin.

Baca Juga:  MOU Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka SDN 240 Pinrang

Dia menjelaskan, feature adalah artikel yang kreatif, kadang kadang subjektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada khalayak tentang suatu kejadian, keadaan, atau aspek kehidupan.

“Ciri tulisan feature yaitu human touch atau sentuhan rasa kemanusiaan, dan human interest atau hal-hal yang mengandung ketertarikan manusia, seperti menghibur, menimbulkan rasa heran, geli, takjub, cemas, terharu, kasihan, jengkel, ada unsur mendidik, menambah pengetahuan, menimbulkan rasa keindahan, dan sebagainya,” rinci Asnawin.

Baca Juga:  Ribuan Pelari Ramaikan Gowa Run 2025

Tulisan feature, katanya, berupaya membangkitkan atau menggiring emosi khalayak, sehingga khalayak seolah-olah turut merasakan, turut gembira, turut sedih, turut malu, dan sebagainya, setelah membaca, mendengar, atau menyaksikan sebuah feature.

Feature, kata Asnawin, terdiri atas feature murni dan feature news. Feature murni adalah feature yang dibuat tanpa harus ada kejadian atau peristiwa, tetapi harus ada fakta yang dilihat, diamati, diobservasi, diteliti, yang selanjutnya diformulasi menjadi sebuah tulisan atau tayangan karya jurnalistik untuk disajikan kepada khalayak melalui media massa, misalna tulisan tentang keindahan objek wisata Bantimurung – Bulusaraung, di Kabupaten Maros, serta acara Si Bolang di televisi.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Optimistis Raih Hasil Terbaik, Sekda Makassar: Koperasi Merah Putih Jadi Indikator Utama Penilaian Lomba Kelurahan

Sulsel

Edukasi Sanitasi, Ciptakan Pelajar Peduli Lingkungan

Pendidikan

Tim UNIMERZ Bantu Penguatan Imunitas Sekolah di MIS Assunnah Darun Najiyah

Sulsel

Bupati Takalar Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Irigasi di Polsel

Sulsel

Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Farid Rayendra Perkuat Pengawasan Pemda Makassar

Sulsel

Distaru Makassar Luncurkan Inovasi Railing Besi, Awasi Pelanggaran Tata Ruang Berbasis Digital

SOPPENG

Musim Kemarau, Sat Binmas Polres Soppeng Ingatkan Bahaya Kebakaran

SOPPENG

Pemkab Soppeng Dukung Program PM – AAS Satu Juta Ha Secara Nasional