“Kita nilai karyanya bukan semata-mata hanya aspek akademik. Itulah yang disebut silver expert,” ujar Rektor dua periode ini.
Yang mendapatkan itu karena perpaduan antara ilmu dan karya. Saya rasa itu lebih berat,” lanjutnya.
Menurut Prof Dwia, Saat ini Unhas memerlukan sumber pembelajaran yang lebih banyak dan beragam.
Sehingga, pengetahuan dan pengalaman Prof SYL dibutuhkan sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan di Unhas. “Saat ini Unhas perlu lebih banyak sumber pembelajaran dari akademisi dan praktisi,” ujar Prof Dwia
Jadi, keterlibatan Prof SYL sebagai guru besar akan memperkata sumber belajar,” lanjutnya.
Dengan resminya Prof Syahrul Yasin Limpo menjadi Guru besar Kehormatan Unhas, Prof Dwia pun menanti kontribusi SYL sebagai akademisi. “Prof SYL kami tunggu dedikasinya sebagai Akademisi” ujar Prof Dwia.(*)
Editor: Manaf Rachman
















