“Tapi Rachmat Gobel dalam statement di lain kesempatan mengemukakan bahwa tidak ada dan belum pasti ada istilah mafia,” kata Arqam seperti yang dia katakannya di dalam akun media sosial instagram milik-Nya. Rabu, (23/3)
“Sebagai wakil rakyat apalagi wakil ketua DPR RI kalau yang ingin membantah dalam mengklasifikasi yang dikemukakan oleh pak menteri perdagangan silakan diungkap karena memang Pak Rahmat tugasnya adalah melakukan evaluasi dan melakukan pengawasan kepada jajaran Kementerian. Karena Racmat Gobel itu sebagai fungsi legislatif,” ujar Akademisi ini.
“Kalau hanya ngomong normatif di media seperti berita di percaya apa betul itu valid tentang tidak ada mafia sementara menteri perdagangannya mengatakan ada, loh Ini yang mana yang benar?” tanya Arqam.
“Silakan buka datanya kami tunggu segera supaya tidak menimbulkan efek samping seolah-olah data Pak Rahmat Gobel lebih besar daripada menteri perdagangan,”
“Kita tunggu, karena menteri perdagangan mengatakan sudah melaporkan ke aparat kepolisian tentang nama-nama mafia lenyebab kelangkaan minyak goreng. Sebagai Wakil rakyat Pak Rahmat Gobel harus pertanggungjawaban moral wakil ketua DPR RI. Menarik kalau memang ada datanya,” kunci Arqam Azikin. (LN)
















