Sementara itu, Dirjen
mengapresiasi masyarakat tani tambak di Kabupaten Pinrang yang masih melakukan proses budidaya tradisional dan terus mempertahankan ekologi.
“Udang windu merupakan varietas asli Indonesia yang sudah selayaknya menjadi kewajiban bersama untuk dipertahankan agar tidak punah.
Sektor perikanan termasuk tambak merupakan investasi besar dalam penguatan ekonomi masyarakat” ungkap Artati.
Selain itu, Artati juga mengakui bahwa, saat ini permintaan pasar atas varietas udang windu sangat besar namun para petani tambak terkendala modal usaha.
Lebih Lanjut Artati mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan agar pihak perbankan dalam hal ini BRI dapat membantu para petani tambak untuk mendapatkan modal usaha dalam bentuk kredit dengan bunga rendah.
Dalam kesempatan ini, Dirjen berkesempatan untuk mengunjungi PT Biota Laut Ganggang, serta UMKM yang bergerak dalam bidang pengolahan hasil perikanan dan laut.(Tan)
Editor: Manaf Rachman
















