Ia pun menambahkan, kami melihat pemetaan kepala sekolah di Sulsel dapat berjalan dengan baik dengan adanya assessment ini, karena pertanyaan-pertanyaan yang kami dapatkan itu secara tekhnis dialami dan dilakukan oleh kepala sekolah.
“Oleh karena itu, untuk kedepannya lewat pemetaan assessment kompetensi kepala sekolah diharapkan semua kepala sekolah menjadi mampu dan lebih berkompeten lagi dibidangnya masing-masing,” jelas Andi Umar Patta.
“Tentunya harapan kami assessment ini mestinya diintensifkan dan dilaksanakan 2 tahun sekali, agar pemetaan kompetensi sekolah bisa dimaksimalkan di semua tingkatan pendidikan, utamanya di SMA, SMK dan SLB,” harapnya.
Pada pelaksanaan assessment hari ini, diikuti kurang lebih 261 kepala sekolah definitif dan pelaksana tugas (Plt) yang memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) yang berasal dari Makassar, Gowa, Maros, Takalar, Jeneponto, Parepare, Sidrap, Barru, Bulukumba, Pinrang, Bone, Sinjai, Soppeng, Wajo dan Bantaeng.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















