“Ini yang perlu menjadi pemahaman kita bersama khususnya di masyarakat bahwa memiliki antibodi tidak mencegah penularan Covid-19. Tapi yang mencegah penularan Covid-19 tetap 3 M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” jelasnya.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini juga menambahkan tentu pencapaian tingkat antobodi masyarakat akan didorong juga dengan peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19 baik dosis pertama kedua maupun ketiga.
“Kita akan tetap meningkat cakupan vaksinasi agar kita tetap mampu mempertahankan posisi Kabupaten Gowa yang pertama melakukan percepatan peningkatan vaksinasi dan kita tetap berharap masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.
Sementara itu, Pakar Epidemiologi Universitas Hasanuddin, Prof. Ridwan Amiruddin dalam pemaparannya mengatakan bahwa, kekebalan komunal alat antibodi yang berbentuk pada masyarakat bisa terjadi karena vaksinasi maupun secara alamiah atau pernah terpapar vaksinasi Covid-19.
“Proporsi penduduk yang mempunyai antibodi SARS-Cov-2 tertinggi pada yang sudah divaksin dosis 3 yaitu 100 persen dan 99 persen yang sudah dosis kedua. Sedangkan 94.55 persen penduduk yang belum vaksin sudah mempunyai antibodi SARS-Cov-2,” ujarnya.
Ia menambahkan, sehingga menyebabkan hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan di 18 Kecamatan di Kabupaten Gowa pada Maret dengan jumlah sampel 883 orang. Jumlah sampel lebih banyak pada daerah yang padat penduduk.
Turut hadir dalam pemaparan hasil kajian seroprevalensi SARS-Cov-2, Wakil Bupati Gowa, H. Abd Rauf Malaganni, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Forkopimda Kabupaten Gowa, Sekretaris Daerah Sekda Kabupaten Gowa, Kamsina, Pimpinan SKPD dan Pimpinan Prodia Makassar. (Jk)
Editor: Manaf Rachman
















