Olehnya itu, dirinya juga mengaku siap membantu pembangunan Masjid Nurul A’la ini. Dirinya juga berharap pembanguan masjid ini berjalan dengan lancar.
“Kita bismillah saja, karena yakin dan percaya setiap niat yang tulus dan niat yang ikhlas, pasti Allah akan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh untuk kita bisa menyelesaikan masjid ini,” jelasnya.
Pimpinan Pondok Tahfidz Ashabul Jannah, Ustadz Mustakim mengatakan pembangunan masjid ini karena masjid semi permanen yang gunakan para santri saat ini sudah mulai rapuh. Kemudian ditambah lagi seiring dengan pertambahan jumlah santri, masjid tersebut sudah tidak bisa menampung seluruh santri.
“Masjid ini juga tidak muat, makanya kita bismillah untuk bagun masjid ini. Karena santri di pondok kami ini berserta pembinanya ada 116 orang,” ungkapnya.
Turut hadir dalam peletakan batu pertama Masjid Nurul A’la ini Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulawesi Maluku dan Papua yang juga Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan, Muh Nurdin Subandi, Direktur Pengawsan OJK, Fatahuddin, Pimpinan Cabnag Bank Syariah Indonesia (BSI), Burhan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Firdaus, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kanupaten Gowa, Ratnawati.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















