Home / Sulsel

Rabu, 1 Juni 2022 - 09:11 WIB

Penulis Artikel Opini Harus Berani

MEDIASINERGI.CO — Penulis artikel opini harus berani dan percaya diri. Berani menyoroti dan mengkritik penguasa dan percaya diri bahwa artikel yang ia tulis memang bagus dan menarik.

“Penulis artikel opini harus berani. Berani mengkritik penguasa. Kalau takut, lebih baik tidak usah menulis. Makanya, opini yang kita buat harus kuat datanya dan memang sesuai fakta,” kata wartawan senior, Asnawin Aminuddin.

Hal itu ia kemukakan saat membawakan materi Teknik Menulis Artikel Opini, pada Pelatihan Penulisan Artikel Opini yang diadakan Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, di Gedung Perpustakaan Pusat Kampus Unismuh Makassar, Selasa, 31 Mei 2022.

Pelatihan diikuti puluhan peserta terdiri atas dosen, mahasiswa, dan alumni Unismuh Makassar, serta pelajar dari SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar.

Baca Juga:  Data Terkini: Iuran Sampah Gratis Dirasakan Warga Miskin di Seluruh Kecamatan Makassar

“Penulis artikel opini juga harus percaya diri bahwa tulisannya bagus dan akan dibaca orang. Karena itulah disarankan agar sebelum mengirim tulisan ke media massa, penulis terlebih dahulu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tulisannya dan meyakinkan diri bahwa tulisannya memang baik dan akan dibaca orang,” kata Asnawin.

Pemegang sertifikat pelatih nasional wartawan PWI mengatakan, artikel opini sesungguhnya adalah artikel ilmiah. Ciri khas artikel ilmiah yaitu objektif, dalam pembahasannya, didukung informasi yang relevan, biasanya diharapkan menjelaskan “mengapa” atau “bagaimana” suatu perkara itu terjadi, tidak pandang bulu, eksak, serta bahasanya baku.

Baca Juga:  Animo Vaksin Masyarakat Pedesaan Rendah

Meskipun ilmiah, artikel opini harus disajikan dengan gaya bahasa popular. Maka artikel opini sesungguhnya adalah artikel ilmiah popular.

“Ilmiah karena didahului dengan kajian atau penelitian pustaka, observasi lapangan. Artikel opini akan kering kalau tidak disertai kajian pustaka, data, atau fakta-fakta terbaru. Gaya bahasa populer harus digunakan dalam penulisan artikel opini, karena pembaca sangat beragam dan umumnya manja,” kata Asnawin.

Ibarat makanan, katanya, tulisan yang kita suguhkan harus enak dan renyah. Pembaca tidak senang bila disuguhi bahasa ilmiah, bahasa baku seperti model makalah, skripsi, tesis, disertasi, yang kerap membuat kening berkerut

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pemkot Makassar Respons Kekeringan, Air Bersih dari PDAM Disalurkan Menjangkau ke 9 Kecamatan

Sulsel

Perjuangan Gubernur Sulsel, PI 10 Persen Disetujui KKKS Dirjen Migas, Andi Rosman: Segera Ditindaklanjuti

PWI

Perkuat Sinergi, PWI Sulsel dan Bank Mandiri Penjajakan Kemitraan Strategis

PINRANG

Paguyuban UPT SDN 240 Pinrang Laksanakan Peringatan Maulid Nabi Dengan Meriah Dan Hikmat

SOPPENG

Selle Ks Dalle: Jadikan Akhlak Rasulullah sebagai Teladan dalam Kehidupan Sehari-Hari

PINRANG

Bupati Pinrang Meminta Pengawasan dan Ketersediaan Gas Bersubsidi Dilakukan Secara Berkelanjutan

PINRANG

Paguyuban UPT SDN 240 Pinrang Laksanakan Peringatan Maulid Nabi dengan Meriah dan Hikmat

Makassar

Pilrek UNM 2027–2031: Wakil Rektor III Arifin Manggau Jadi Kandidat Termuda yang Mendaftar