Dirinya juga menjelaskan sejak dari dulu, Nusantara menjadi tujuan pelayaran perdagangan Asia Timur, Asia Selatan, Asia Barat dan Eropa untuk berburu rempah, cendana, lada, kamper, gaharu, dan produk rempah lainnya, ada di pulau-pulau di Nusantara.
Olehnya itu, program jalur rempah ini dipilih untuk menegaskan ketersambungan daerah-daerah di Indonesia dan konektivitas historis Indonesia dengan daerah lain di negara lain.
“Program pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah diharapkan dapat berlangsung berkelanjutan sebagai wadah pertemuan pelaku lintas daerah serta sebagai sarana diplomasi dan kampanye untuk mengangkat spirit kejayaan rempah serta mengantarkan jalur rempah sebagai the world heritage yang diakui UNESCO,” katanya.
Pada kesempatan ini, turut hadir mendampingi Wakil Bupati Gowa, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















