“Sayang sekali jika ide yang inspiratif itu berada di belakang pintu WC, sehingga hanya bisa dinikmati dalam tergesa-gesa, itupun kalau mau menyempatkan diri, karena pasti yang berada di dalam WC ini ingin cepat-cepat keluar karena aroma dan pemandangannya,” jelasnya.
Karena itu, menurut Setiawan Aswad, alangkah baiknya jika sekolah memiliki wadah untuk mengekspresikan ide atau pendapat siswa di ruang public sekolah yang lebih nyaman, sehat, menarik, indah dan beraroma segar.
Ia pun mengaku, memang sering menemukan coretan-coretan atau gambar di dalam WC. Ia berpikir, mungkin perlu sekolah kita memiliki toilet premium yang juga sebagai gallery atau etalase karya siswa (kata-kata dan gambar) yang inspiratif dan instragrammable sehingga setiap kali siswa ke toilet, mereka mau selfie karena bangga dengan identitas, kebersihan dan kenyamatan toilet mereka.
Adakah sekolah yang berani memulai? Tantang Setiawan Aswad.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















