Sekolah Alam Indonesia mendirikan jenjang pendidikan lanjutan dengan sebutan Sekolah Lanjutan (SL) atau School of Universe pada tahun 2005 lalu. Sekolah Lanjutan setara dengan Sekolah Menengah Pertama apabila dibandingkan dengan sekolah umum. Sekolah ini berupaya untuk berinovasi menciptakan pengusaha muda berakhlak mulia, memiliki logika berpikir yang baik, serta memiliki kemampuan memimpin yang hebat.
Sekolah Lanjutan berlokasi di Jalan Rawa Kopi Pangkalan Jati, Limo, Depok. Tempat tersebut hanya diperuntukkan kepada peserta didik dari tingkat sekolah dasar kelas 5 hingga kelas 6 dan Sekolah Lanjutan tingkat 7 sampai 9.
Pemisahan kelas besar dan kecil dilakukan guna memaksimalkan program pembelajaran peserta didik kelas besar dalam menyambut masa aqil baligh. Walaupun demikian, manajemen dan konsep pendidikan tetap merujuk pada Sekolah Alam Indonesia.
Sejak bulan Februari 2010, “School of Leading Generation” menjadi tagline Sekolah Alam Indonesia untuk menandakan bahwa tujuan Sekolah Alam adalah untuk menciptakan generasi Indonesia yang terbaik, dalam sisi akhlak, kepemimpinan, dan budaya ilmiah.
Di bulan yang sama dengan penetapan tagline Sekolah Alam Indonesia, para orang tua berbondong-bondong mengantre untuk mendapatkan formulir pendaftaran Sekolah Alam Indonesia. Peristiwa ini pun menarik perhatian media massa sehingga diberitakan di berbagai media.
Atas dasar minat masyarakat Indonesia terhadap Sekolah Alam Indonesia, di tahun 2011 dilakukan perluasan wilayah dan penyebaran cabang ke beberapa daerah, seperti Depok, Bogor, Palembang, dan Bengkulu. Tidak hanya itu, Sekolah Alam Indonesia juga mendirikan SAI BLESS, yakni tingkatan yang didirikan berdasarkan pemikiran bahwa pendidikan bukan merupakan sebuah penjenjangan, melainkan sebuah pemecahan masalah bagi kehidupan.
Kemudian pada tahun 2013, tepatnya bulan November, Sekolah Alam Indonesia memindahkan lokasi pusat ke jalan Pembangunan nomor 51, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dan akhirnya Sekolah Alam Indonesia yang menempati lahan sewaan selama 15 tahun memiliki lahan resmi yang telah dibeli dengan kerja sama guru, murid, orang tua, dan masyarakat.
Karakteristik Sekolah Alam
Berikut beberapa karakteristik sekolah alam, sebagaimana disebutkan dalam buku bertajuk Belajar Any Where oleh Ricky Arnold Nggili:
Berada di luar kelas dan memiliki lingkungan alam yang dimanfaatkan untuk belajar.
Memberikan kebebasan untuk berkreatifitas kepada peserta didik
Belajar dilakukan sambil bermain sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.
Pendidik berperan sebagai fasilitator yang memberikan rangsangan untuk pengembangan murid Pendidik juga berperan sebagai partner yang baik bagi peserta didik ketika belajar.
Metodologi pembelajaran diterapkan dalam bentuk action learning yang mengarah pada pencapaian logika berpikir dan inovasi Kurikulum cenderung 60 persen praktik dan 40 persen teori Buku-buku dan perpustakaan digunakan sebagai rujukan atau sumber pendukung dalam memfasilitasi action learning Pendidik dan peserta didik sama-sama belajar guna menghadirkan inovasi baru
Memberikan apresiasi emosional karena alam juga akan memberikan ikatan emosional pada peserta didik (***)
















