“Jadi jangan berasumsi bahwa dengan ojol kita mengesampingkan yang lain. Karena sebenarnya ini juga semacam pemicu untuk menggunakan transportasi umum lainnya, apakah itu bentor, tukang becak, pete-pete dan bus maminasata,” ujar Iman Hud, Rabu 21 September 2022.
“Jadi menurut kami, kegiatan ini luar biasa karena ada pemerataan bagi pengemudi ojol. Oleh Karena itu, pengemudi ojol berasal dari berbagai kalangan. Salah satu bentuk sektor apakah informal atau formal untuk menambah penghasilan. Apalagi tukang ojol tidak hanya laki-laki, ada juga perempuan, bahkan di antara mereka ada ASN yang bekerja sampingan,” sambungnya.
Makanya kegiatan ini banyak manfaatnya. Ini hanya percobaan. Semoga terbiasa menggunakan transportasi massal.
“Jadi jika ada kritik atau masukan akan kami terima, dengan pikiran dan hati yang terbuka,” pungkasnya.(JK)
Editor: Manaf Rachman
















