Sebelumnya, Dr. KH. Muhyiddin Tahir yang mewakili Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah menyampaikan duka cita dan belasungkawa dari Ketua Umum, Prof Nasaruddin Umar yang saat ini berada di Aljazair. “Jika ada tauziyah, beliau akan hadir secara virtual,” ucapnya.
Muhyiddin mengaku bahwa almarhum H. A. Panaungi memiliki banyak andil dalam pengembangan pondok pesantren As’adiyah. “Beliau adalah donatur asli yang tidak pernah memperhitungkan apa yang telah disumbangkannya. Bukan hanya materi, tetapi tenaga dan pikiran juga banyak disumbangkan beliau,” ucapnya.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Wajo, H. Muh. Yunus Panaungi mewakili dari pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan Yayasan As’adiyah atas penghormatannya kepada orang tuanya melalui prosesi pelepasan jenazah.
“Kami sampaikan terima kasih atas kebaikannya semua, juga kepada para pelayat yang sempat hadir. Begitupun kami sampaikan permohonan maaf jika selama hidup beliau ada kesalahan dan mohon disampaikan kepada kami jika beliau ada sangkutan,” ucapnya.
Setelah pelaksanaan shalat duhur berjamaah, prosesi pelepasan dishalati, jenazah kemudian dibawa ke Kompleks Masjid Keluarga H. A. Panaungi untuk dimakamkan.(Saf)
Editor: Manaf Rachman
















