Bukan hanya itu, lanjut Amran Mahmud, tak kalah penting adalah produk-produk pertanian Wajo bisa mengisi pasar impor. Apalagi, produk seperti kakao, cengkeh dan lainnya berpotensi untuk di ekspor.
Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Ashar memaparkan sejumlah program yang dilakukan instansi yang dipimpinnya.
Salah satunya adalah pengembangan kawasan pertanian terpadu. Hingga saat ini, sebanyak 15 spot pengembangan kawasan pertanian terpadu yang tersebar di beberapa desa dan kelurahan di Wajo.
Sementara Kepala Dinas Perikanan, Nasfari menyampaikan bahwa salah inovasi yang berhasil dikembangkan saat ini adalah inovasi Tiktok Jabalay atau Tangkap Ikan Tokek Jadikan Bahan Layak.
Menurutnya, program ini lahir dari keresahan masyarakat nelayan yang terganggu dengan makin banyaknya populasi ikan tokek (ikan sapu-sapu) di wilayah tangkap mereka. (Saf)
Editor: Manaf Rachman
















