Dirinya berharap, dengan adanya peningkatan kolaborasi antar dokter, yang mana kedepan setiap praktek dokter dan praktek klinik yang ada di Gowa memiliki standar tersendiri dengan kualitas yang ditentukan oleh IDI. “Saya yakin dengan adanya standarisasi kita lebih bisa memiliki klinik yang baik dibandingkan yang belum memiliki standarisasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rapat Kerja Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Cabang Gowa, dr. Ijmal yang juga bertugas di Puskesmas Samata menuturkan, dengan adanya kolaborasi dari setiap bidang-bidang, pelayanan dan pengabdian dokter-dokter IDI Gowa bisa semakin maju dan berkembang sesuai dengan kemajuan zaman.
“Kegiatan rapat kerja ini merupakan rapat kerja perdana yang dilakukan oleh masing-masing bidang. Kita disini berharap dengan adanya kolaborasi dari setiap bidang ini pelayanan dan pengabdian dokter-dokter IDI Gowa bisa semakin maju dan berkembang dimasa yang akan datang,” jelasnya.
Dikesempatan yang sama, Dewan Pakar IDI Gowa, yang juga mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr. Salahuddin menyampaikan bahwa tantangan terbesar para dokter saat ini adalah pentingnya mengetahui kompetensi manajerial dan kompetensi teknis. “Teman-teman yang masih muda harus memperkuat 2 kompetensi itu. Ini yang perlu kita dorong untuk bisa bersaing mencapai kompetensi itu,” kata Salahuddin.
Diketahui, kompetensi teknis diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan pengalaman bekerja secara teknis. Sedangkan kompetensi manajerial yang diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen, dan pengalaman kepemimpinan. “Olehnya itu, saya berharap kegiatan ini betul-betul diikuti dengan baik, sehingga apa yang kita harapkan nersama dapat terwujud,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















