MEDIASINERGI.CO WAJO — Kisah pilu Pak Dewi (51 th) merupakan perantau dari kota makassar Sulawesi Selatan, awal kedatangannya ke Buloe Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo pada saat bekerja di proyek Irigasi Kalola dan menikah dengan warga Salo Bulo dan akhirnya menetap di Buloe.
Pak Dewi selama merantau di Buloe tidak pernah kembali ke kampung asalnya, hingga kini dikarunia 4 (empat) orang anak. Ditengah perjuangan istrinya yang mengandung anak kelima, Pak Dewi di beri ujian berat dengan gubuknya yang berukuran 4 x 6 meter yang juga merupakan hunian bantuan program bedah rumah pemerintah, yang terbakar pada Jum’at, 10 Februari sekitar pukul 17.00 WITA.
Istrinya memiliki keterbelakangan mental yang membuat PAK Dewi berjuang ekstra untuk berjibaku memadamkan si jago merah yang meluluh lantakkan gubuknya.
Pekerjaan bapak Dewi yang hanya sebagai buruh harian yang kadang harus rela meniggalkan istri dan anak-anaknya. Adapun kedua orang anaknya kini masih mengenyam pendidikan dasar di salah satu sekolah di Buloe melalui program pendidikan gratis.
Kedua anaknya itu terpaksa harus menempuh perjalanan ke sekolah dengan berjalan kaki yang jaraknya kurang lebih 1 Km.
















